Tampilkan postingan dengan label fayakhun golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fayakhun golkar. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2017

Fayakhun Andriadi Jelaskan Hakikat Kemerdekaan

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sehingga bangsa apapun berhak mendapatkannya. Secara umum, kemerdekaan berarti lepas dari penjajahan fisik dan menjadi negara berdaulat. Indonesia meraih kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah tiga setengah tahun lamanya berada dalam kungkungan penjajah, momen kemerdekaan akhirnya bisa diraih.
Kemerdekaan Indonesia diraih dengan darah para pejuang, bukan pemberian dari kaum penjajah. Ini menunjukkan bahwa negara ini kokoh dan berdikari, bukan bangsa yang lemah dan inferior. Memaknai kemerdekaan ini, Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, mengartikannya dengan term yang berbeda. Baginya, kemerdekaan adalah kemandirian. Hal ini sebagaimana ulasannya dalam laman doktor-politik-ui.net. Fayakhun menulis :  
“Merdeka berarti mandiri. Tak ada kemerdekaan tanpa kemandirian. Ketidakmandirian berarti ketergantungan, sama artinya dengan terjajah. Mandiri berarti bergantung pada diri sendiri, bukan pada sesuatu di luar diri sendiri. Kitalah yang menentukan segala hal terkait dengan diri kita. Begitu juga kemerdekaan. Makna kemerdekaan adalah lepas dari segala ikatan yang membatasi ruang gerak kebebasan kita. Keterbatasan itu artinya ketergantungan, ketidakmandirian.”
Secara formil, lanjut Fayakhun, Indonesia dinyatakan sebagai bangsa dan negara yang merdeka sejak 17 Agustus 1945. Tapi negeri ini baru dapat dikategorikan merdeka secara esensial, jika sudah mencapai tahap kemandirian sebagai sebuah negara-bangsa. Merdeka dalam pengertian yang esensial ini tolak ukurnya adalah kemandirian Indonesia. Jika sudah mandiri, bisa dipastikan sudah merdeka. Tanpa kemandirian, apalah artinya kemerdekaan tersebut.
Fayakhun juga menjelaskan bahwa kemandirian jangan dipahami dalam paradigma yang sempit yaitu kesendirian (keterisolasian). Independensi (kemerdekaan atau kemandirian) bukan berarti ketidakbutuhan sebuah negara pada negara lain, melainkan ketidak-bergantungan pada negara lain. Dalam kancah global seperti sekarang, mustahil sebuah negara bisa berdiri sendiri tanpa keterhubungan (relasi) dengan negara lain. Interdependensi adalah kunci jawaban masa depan.
“Kemandirian adalah satu sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi berbagai masalah demi mencapai satu tujuan, tanpa menutup diri terhadap berbagai kemungkinan kerjasama yang saling menguntungkan. Karena itu, sangat tidak tepat jika kemandirian bangsa dipahami sebagai hidup sendiri, tidak membangun koneksi dengan negara lain,” lanjut Fayakhun andriadi.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa kemandirian adalah kemampuan untuk memberdayakan potensi yang dimiliki untuk menjadi negara yang kompetitif di kancah global. Interkoneksi tetap dijalin, tapi tidak dalam konteks bergantung pada negara lain. Networking tetap dirajut, tapi bukan dalam posisi menggantungkan nasib pada negara lain. Semua bentuk kerjasama dijalin secara setara, saling menguntungkan, dan adil. Inilah makna kemandirian dalam tata dunia di masa depan.


Selasa, 23 Mei 2017

Fayakhun Bakamla Beberkan Bisnis Yang Menjanjikan untuk Mahasiswa

FayakhunBakamla kali ini akan membagikan Peluang bisnis menjanjikan untuk mahasiswa modal kecil- Hallo temen-temen mahasiswa/i. Kembali lagi  Fayakhun Bakamla akan berbagai ilmu tentang peluang bisnis modal kecil yang tentunya mempunyai profit tak kalah besar dibanding bisnis yang lainnya. Yang tentunya cocok untuk temen-temen yang masih duduk dibangku kuliah dan pastinya tak mengganggu waktu kuliah dong.
Okee langsung saja ke pembahasan.\
Dalam artikel ini akan dibahas seputar bisnis yang cocok untuk temen-temen mahasiswa. Mungkin semua orang banyak yang memimpikan punya penghasilan tambahan tiap bulannya bukan. Apalagi mahasiswa, pastinya uang tambahan sangat berarti bukan ?
Sangat realistis yang akan dipost-kan kali ini. Dibalik pemilihan judul artikel diatas didasari karena Fayakhun Bakamla sudah terjun ke dunia bisnis saat masih duduk di bangku kuliah atau dengan kata lain saat masih berstatus mahasiswa.
Dalam postingan ini tidak akan dibeberkan banyak tentang bisnis yang cocok. Akan saya berikan 3 saja peluang bisnis menjanjikan yang pas buat temen-temen. Dan tentunya dengan modal kecil dong. Bahkan tanpa modal.
1.      Membuat Toko Online
Ini beberapa pertimbangan yang diberikan Fayakhun Bakamla terkait bisnis yang pertama ini.
a.       Mahasiswa mempunyai banyak waktu luang
Percaya atau tidak seorang mahasiswa yang full waktu hanya untuk kuliah pastinya mempunyai waktu luang yang cukup banyak. Sehingga bisa memanfaatkan untuk menjalankan bisnis ini.
b.      Modal yang diperlukan relatif sedikit.
Temen-temen pastinya mencari sebuah usaha atau bisnis yang tentunya dengan modal kecil dan profit atau untung besar. Saat ini membangun toko online pun bisa gratis sehingga tak perlu modal untuk membuatnya.
c.       Tidak menyita waktu belajar.
Yang paling penting untuk mahasiswa tentu waktu kuliah yang tak tersita atau terganggu. Bisnis ini sangat cocok karena bisa dikerjakan paruh waktu atau bahkan disela-sela waktu luang saja.
Dari ke-3 pertimbangan diatas sudah dapat menjelaskan alasan mengapa saya sarankan untuk membuka online.
Nah, didalam bisnis jualan online ini. Tentunya temen-temen harus mempunyai kesabaran ekstra dan skill yang sangat dibutuhkan untuk membangun eksistensi toko online tersebut. Triknya hanya ada dua yaitu promosi dan sabar. Cukup dua itu.
Benarkah membuka usaha ini gratis ?
Ya, benar sekali. Sekarang banyak platform untuk buat toko online secara gratis. Namun Fayakhun Bakamla menyarankan untuk membuat toko online yang berbayar. Karena itu sangat menunjang kelancaran toko anda. Dan memperlihatkan profesionalitas anda.
Lalu yang dijual ?
Bukankah kita beli dahulu ?
Iya betul, memang tidak sepenuhnya gratis. Biasanya untuk toko online yang baru dibuat sangat sepi pengunjung. Sehingga sang pembisnis sering merasa bosan karena tak laku-laku. Akhirnya barang menumpuk dan rugi. Nah, untuk megatasi hal tersebut. Temen-temen bisa dapatkan barang yang akan dijual dari produsen atau agen yang memberikan kesempatan untuk dropshipper. Sehingga temen-temen tidak menanggung resiko rugi yang terlalu banyak.
Toko online dengan sistem dropshipper ada kelebihannya dan kekurangannnya.
Kelebihannya yaitu dapat memiliki stok barang yang banyak dan bervariasi tanpa mengeluarkan modal sepeser pun. Namun kekurangan dari toko online sistem ini adalah sang pemilik tidak terlalu menjalankan dengan serius karena tidak ada beban rugi yang ditanggungnya. Sehingga tidak ada pemacu semangat didalam dirinya sendiri.
Mungkin temen-temen banyak yang beranggapan "ah, semua pasti begitu. Semua banyak yang bikin toko online dan hasilnya gitu-gitu aja".
Jangan salah, dengan toko online pun temen-temen bisa sukses loh. Banyak temen kita yang berjualan online sampai punya omset puluhan juta. Contohnya mba Sinta Permata mahasiswi asal surabaya yang meraup keuntungan sampai 20 juta per bulan. Menggiurkan bukan. demikian fayakhun bakamla


Sabtu, 06 Mei 2017

Reformasi Bagi Fayakhun Bakamla

Saat atau pasca reformasi 1998, semua kroni Soeharto dilucuti. Yang paling dibidik adalah militer/ABRI. Sebab ABRI dinilai merupakan penopang utama kekuasaan Soeharto. Namun beberapa pejabat sipil juga dilucuti. Tapi ada satu pejabat yang yang aman, tak diusik padahal semasa menjabat paling sangar terhadap kehidupan Pers saat itu. Ya betul, Pak Harmoko namanya.

begitulah fayakhun  bakamla dalam Hal ini sempat kami diskusikan sesama aktivis saat itu. Kesimpulan dari diskusi itu adalah:
"Utamakan pejabat pelanggar HAM". Banyak aktivis saat itu tidak sadar, ada invisible hand (kekuatan halus) yang memang lagi membidik perwira ABRI sebagai pelanggar HAM. Peluit sudah ditiup, permainanpun dimulai. Beberapa perwira ABRI mulai 'digoreng' dengan HAM. Ada yang sampe gosong, ada yang setengah matang, tapi ada juga yang selamat. Harmoko selamat, selain dari kalangan sipil juga karena Harmoko bukan pelanggar HAM.

zaman kemerdekaan dan zaman reformasi


Waktu bergulir, wacana HAM tinggal masa lalu. Memasuki tahun 2000-an hingga 2010-an mulai berganti wacana. Korupsi menjadi agenda sosial. Koruptor adalah musuh bersama, harus dilawan bersama. Banyak yang larut tapi sedikit yang paham, wacana korupsi ini juga dapat ditunggangi untuk membidik sasaran tertentu. Tidak banyak juga yang paham bahwa, jika pasal korupsi digunakan untuk mencari kesalahan orang, maka hampir dipastikan semua orang melakukam korupsi, sekecil apapun apalagi besar. Dan itu artinya semua orang bisa dibidik.

Pada era ini ada yang menarik, pelaku koruptor yang beragama Islam diperlakukan lebih sinis di media sosial. Mulai dari Ustadz LHI, AU kader potensial HMI, GPN mantan Gub Sumut hingga RAC mantan Gub Banten. Mulai dari jenggotnya, kening hitamnya, organisasinya, jilbab hingga poligaminya dicecar tiada henti. Tiba-tiba kita jadi biadab, lupa sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Saya merasa mulai ada yang tidak bener. Riset terhadap isi media saya lakukan 2014. Hasilnya mengejutkan... Dugaan itu semakin menguat saat kasus RS Sumber Waras mencuat. Aktivis korupsi mendadak terdiam. Organisasi yang suka rame soal korupsi mendadak senyap dalam kasus RS Sumber Waras. Sama terdiamnya aktivis HAM dalam kasus Siyono, dll. Hmmmm... Banyak yang tertipu rupanya.

fayakhun andriadi dan fayakhun bakamla

Memasuki 2016 (saya prediksi sd 2019) wacana mulai bergeser. Saat ini wacana Khilafah yang hendak dijadikan musuh bersama. Khilafah, komunis atau apapun yang ingin merongrong keutuhan NKRI yang berideologi Pancasila harus tegas dilawan. Tapi ini juga aneh, mengapa tidak dilapor resmi ke Polisi atau dibubarkan saja organnya? Tapi sisi lain, bagaimana dengan kapitalisme, liberalisme atau sekularisme sebagai ideologi bisa masuk bebas ke Indonesia? Kapitalisme membuat hidup lebih individual, bertentangan dengan prinsip kekeluargaan dan gotong royong.
Sampai sini saya berhenti, tidak ingin lanjut lagi. Karena ini semua tentang kekuatan wacana sebagai narasi besar realitas....

menurut fayakhun bakamla Gunakam akal sehat agar tidak mudah diterkam wacana dan manfaatkam nurani untuk menimbang baik buruk suatu wacana...