Simpang siur atas pemberitaan Rifqinizamy Karsayuda akhirnya
jelas. setelah Rifqinizamy Karsayuda menjawab langsung teka-teki pemberitaan
soal dia. Berikut ini adalah siaran Pers resminya. Silahkan baca dan simpulkan
sendiri.
1. Saya, Rifqinizamy Karsayuda memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena
dalam beberapa waktu ini saya fokus pada beberapa pekerjaan yang sedang
diamanhkan kepada saya di luar daerah dan luar Negara. Saya juga secara sadar
membatasi komunikasi dengan pihak pers dan rekan lainnya, dikarenakan saya
sendiri dan keluarga merasa shock atas pemberitaan yang berkembang. Kami semua
sepakat untuk focus pada pencarian fakta, kebenaran dan solusi dari persoalan
ini.
2. Saat, Rifqinizamy Karsayuda ini saya masih berada di
Kuala Lumpur dan telah berkomunikasi, serta berkoordinasi dengan pihak
Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, serta pihak UKM. Dalam komunikasi kami,
seluruh data stusi saya di UKM mulai dari perkuliahan hingga ujian tesis masih
tersimpan dengan baik di UKM. Bahkan tesis saya masih dapat diakses di laman
web resmi UKM.
3. Secara kronologis, saya, Rifqinizamy Karsayuda menjadi
mahasiswa Program Master of Laws (Sarjana Undang-Undang) pada tahun kedua tahun
akademik 2007/2008 mulai bulan Desember 2007. Saya mengambil program coursework
and thesis. Seluruh proses perkuliahan dan penyelesaian tesis itu saya
selesaikan pada Bulan Maret 2009 yang ditandai dengan ujian tesis pada Fakulti
Undang-Undang UKM. Tesis saya tersebut hingga saat ini masih terdaftar dalam
direktori perpustakaan UKM sebagaimana yang dapat publik akses.
4. Setelah ujian dimaksud, saya melakukan editing substansi
dan Bahasa tesis kepada Pembimbing (Penyelia) saya, yaitu Ibu Dr.Che Noorlia
Mustafa dan dinyatakan selesai. Kendati demikian, saya tetap diminta untuk
memperbaiki format (diluar substansi), dan saya telah melakukannya pula.
5. Pada bulan April 2009 pula, saya mendapat kabar, Ayahnda
saya Muhammad Karsayuda (alm) mengindap sakit kanker prostat stadium IV. Beliau
saya rawat selama lebih kurang tujuh bulan, mulai dari Graha Amertha
RSUP.Dr.Soetomo Surabaya hingga saya bawa ke RSUD Ulin Banjarmasin, lantaran
ketiadaan biaya.
6. Sepanjang perawatan ayahnda saya, hingga beliau meninggal
pada 02 Oktober 2009 yang sangat menyita seluruh energi saya dan keluarga,
proses perbaikan tesis hingga ijazah dibantu oleh teman saya a.n berinisial Y,
Mahasiswa Master di UKM pula. Ijazah tersebut pun saya terima pada sekitar
bulan November 2009.
7. Setelah proses dimaksud, saya tidak pernah
berkorespondensi dengan pihak UKM, termasuk adanya pemberitahuan bahwa saya
dinyatakan tidak lagi menjadi mahasiswa di sana, karena keterlambatan
penyelesaian studi, misalnya.
8. Setelah berita ini beredar, saya baru mengetahui jika
ijazah saya dimaksud dinyatakan tidak terdaftar di UKM. Saya dan tim telah
berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengurai kasus ini. Saya hanyalah
korban dari peristiwa ini.
9. Pada tahun 2009 itu, saya dihadapkan pada kondisi yang
dilematis. Di satu pihak, saya harus merawat ayahnda saya yang sakit keras.
Sebagai anak pertama di keluarga, saya bertanggungjawab penuh atas seluruh
proses dan biaya yang diperlukan. Semua yang ada pada saya dan keluarga kami
persembahkan untuk pengobatan almarhum ayahnda kami kala itu. Pada masa itulah,
saya tidak lagi dapat fokus pada pengurusan administrasi kelulusan di UKM.
10. Sebagai akademisi yang memegang teguh nilai-nilai moral,
etika dan prinsip-prinsip dasar intelektual. Saya, Rifqinizamy Karsayuda tidak
ingin kasus ini menjadikan integritas saya dan keluarga tercoreng, begitupula
dengan integritas institusi yang selama ini menaungi saya, yaitu Universitas
Lambung Mangkurat. Dengan segala kebesaran hati, saat ini dengan mengucap
Bismillahirrahmaanirraahim, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Dosen di
Universitas Lambung Mangkurat. Surat resmi pengunduran diri akan saya sampaikan
segera kepada Rektor Universitas Lambung Mangkurat.
11. Setelah ini, saya dan keluarga hendak melakukan
kontemplasi dan intropeksi, serta mencoba mengambil hikmah dari peristiwa ini.
Saya juga akan melakukan istikharah kehidupan dan kembali merancang peta jalan
kehidupan saya dan keluarga ke depan.
12. Dalam semua proses ini, saya ingin mengucapkan banyak
terimakasih kepada semua teman yang sampai detik akhir ini masih bersama saya.
Setelah ini, saya yakin kawan-kawan saya akan terus bersama walau hanya untuk
meracik teh atau sekedar menyeduh kopi bersama, bertukar pikiran dan gagasan
untuk Banua dan Bangsa.
13. Bagi mahasiswa-mahasiswa saya, khususnya mereka yang
memilih hukum tata Negara sebagai disiplin ilmunya, saya masih membuka diri
untuk dapat bersilaturrahmi dan bertukar pikiran. Teras rumah saya yang sempit,
rasanya masih mampu menjadi tempat kita semua menimba ilmu. Itupun dengan
catatan, jika kawan-kawan semua masih percaya akan kapasitas dan kapabiltas
saya.
14. Kepada rekan-rekan pers. Saya ucapkan terimakasih
perhatiannya yang amat besar atas apa yang menimpa saya ini. Sepanjang
pengetahuan saya, apa yang saya alami ini termasuk mendapat konsumsi pers
terbesar sepanjang sejarah peristiwa lainnya di Banua.
Akhirnya, dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf
atas segala kekhilafan dan kekurangan yang saya miliki. Saya percaya, peristiwa
yang terjadi di Bulan Ramadhan ini menyisakan hikmah agar kita semua menjadi
manusia yang bertaqwa.
Billlahittaufiq Walhidayah
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.
Kuala Lumpur, 22 Juni 2016
Hormat saya,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar